Daftar Nama Anggota Mapala Apache

ANGGOTA MAPALA APACHE STMIK BANJARBARU 


Nama: Lucas Wijaya Kusuma (Ketum)
No. Reg: M-APC.09/II/010/TR







Nama: Nawawi (Awie Apache)
No. Reg: M-APC.07/I/007/PR






Nama: Herryadi Rifansyah (Herry)
No. Reg: M-APC.07/I/002/PR






Nama: Jumadi (Jo)
No. Reg: M-APC.07/I/003/PR






Nama: Emitris Wahyuni (Adhe)
No. Reg: M-APC.07/I/001/PR






Nama: Lisa Raida (Lisa)
No. Reg: M-APC.07/I/004/PR






Nama: M. Kfli Nani
No. Reg: M-APC.07/I/005/PR






Nama: Mawardi (Mawar)
No. Reg: M-APC.07/I/006/PR






Nama: Ni'matum Munawwarah (XL)
No. Reg: M-APC.07/I/008/PR






Nama: Ary Purwanti (Cicis)
No. Reg: M-APC.09/II/009/TR






Nama: Charles Sylva Calpataru (Gepenk)
No. Reg: M-APC.10/III/011/CF






Nama: Muhammad sadillah (Ableh)
No. Reg: M-APC.10/III/012/CF






Nama: Atmaji priyo hutomo
No. Reg: M-APC.10/IV/018/SE







Nama: Eka sujatria patra jaya
No. Reg: M-APC.10/IV/014/SE






Nama: Eko saputra (Ceker)
No. Reg: M-APC.10/IV/017/SE






Nama: Fikri Rizkan(Taplak)
No. Reg: M-APC.10/IV/013/SE






Nama: Iwan setiawan(Khatur)
No. Reg: M-APC.10/IV/015/SE






Nama: Muhammad Hafidz
No. Reg: M-APC.10/IV/016/SE




                            

Nama : Akhmad Bayu Kencana
No. Reg: M-APC.11/V/020/SC


                                                         



Nama : Irma Febrianti (Dora)
No. Reg: M-APC.11/V/21/SC

  




Nama : Rini Junadah (Kopret)
No. Reg: M-APC.11/V/026/SC






Nama : Marhaji (Kemosh)
No. Reg: M-APC.11/V/025/SC 







Nama : Welda Yusriana (Onenk)
No. Reg: M-APC.11/V/023/SC





 

Nama : Nunuk W. Syahputri
No. Reg: M-APC.11/V/019/SC






 Nama : M. Alfian H.
 No. Reg: M-APC.11/V/024/SC







Nama : Muhammad Afif
No. Reg: M-APC.11/V/023/SC





Nama : Ifnu Al Firdaus (Ahonk)
No. Reg: M-APC.11/V/022/SC






Nama : Yurnita Shalihah
No. Reg: M-APC.11/V/024/SC






Nama : Miftahur Rizky
No Reg : M-APC.12/VI/0/SL





Nama : Septi Puji Rahayu
No Reg : M-APC.12/VI/032/SL







Nama : M. Aqsha S.P

No Reg : M-APC.13/VI/000/SL











ANGGOTA MUDA
- Muhammad Sopian (Iyan)







- Zainal Abidin (Zain)







- Jhon Martin Parlindungan H. (Martin)







- Ardian (Dion)







- Arbaini



Sri Wahyu Susanto (Odon)







  • Bryan Adams






  • Surya Hadi Saputra






  • Dezar Fikrian Noor






  • Fredy Wijaya






  • Maya Aprilia






  • M. Rizky F






  • M. Rifky Hidayat






  • M. Zayusman

Indonesia Kembali Berduka

Gempa Kembali Menggun- cang Indonesia. Gempa dengan kekuatan 7,6 SR Mengguncang Kota Lampung, 7,0 SR di Kota Jambi dan 5,1 SR di Kota Mentawai. Sungguh berita yang paling memilukan bagi kita semua, belum hilang rasanya dari ingatan kita gempa yang mengguncang Tasikmalaya beberapa waktu yang lalu, kini cobaan ini datang kembali. Ratusan nyawa melayang, Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, Bangunan, sekolah, tempat ibadah hancur, kemana lagi kiranya tempat berteduh yang layak... Sungguh cobaan yang menyayat hati. Kini saatnya kita bahu membahu membantu saudara kita di Lampung dan sekitarnya yang terkena Musibah ini, uluran tangan anda sangat membantu walaupun sekecil apapun. Semoga bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa ditabahkan hatinya dan dilapangkan dalam menerima cobaan ini. KAMI SEGENAP ANGGOTA MAPALA APACHE TURUT BERBELA SUNGKAWA ATAS TERJADINYA MUSIBAH GEMPA DI PULAU SUMATERA.

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009







Seluruh Anggota Mapala Apache 
Mengucapkan Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 05 Juni 2009

Informasi Holiday Camp 2009

Apa itu Holiday camp

Holiday camp adalah kegiatan yang kami adakan dan kami tujukan untuk Mahasiswa-mahasiswi STMIK Banjarbaru. Namun kami tidak munutup kemungkinan keikutsertaan kawan-kawan lainnya yang bukan merupakan mahasiswa STMIK Banjarbaru.
Selain itu, Holiday Camp kami adakan untuk menjalin kebersamaan antara Mapala Apache dengan kawan-kawan STMIK Banjarbaru lainnya, dan memperkenalkan salah satu kegiatan kami yang sangat akrab dengan kehidupan organisasi kami Mapala Apache.
Mungkin bagi beberapa kawan-kawan belum pernah berkenalan dengan nuansa alam pegunungan, khususnya alam pegunungan Loksado, Malaris, Haratai, Muara tanuhi dan daerah lainnya, untuk itu kami mengajak kalian untuk melihat dan merasakan indahnya alam Kalimantan.
Banyak yang beranggapan bahwa alam pegunungan dan hutan rimba sangat ganas dan tidak bersahabat bagi mereka, banyak yang takut dengan kata-kata hutan pastilah dibenak mereka membayangkan hutan dengan binatang buasnya, ularnya dan kengerian lainnya. Namun mereka tidak sadar dengan keindahan alam yang menyertainya. Atau mungkin kalian sering mendengar kata-kata loksado tapi belum pernah kesana.
Untuk itu, buktikanlah sendiri bagaimana sebenarnya alam, hutan dan pegunungan, apakah menakutkan ataukah kalian malah akan ketagihan dan kepengen kembali untuk melihat alam, hutan dan pegunungan lainnya.

Holiday Camp Umum

Rute : Loksado – Haratai – Muara Tanuhi
Holiday camp umum adalah kegiatan yang bisa diikuti oleh siapa saja, dalam artian setiap mahasiswa(i) STMIK Banjarbaru siapa saja baik cowo maupun cewe bisa mengikuti kegiatan ini, rute yang akan dilalui tidak terlalu berat, dan tidak memerlukan tenaga yang besar untuk mencapai tujuan utama yaitu air terjun haratai, juga trek yang dilalui bukan hutan belantara, melainkan sudah ada jalan yang dibuat untuk sampai ke air terjun haratai.
Hutan yang dilalui pun hanya hutan-hutan sekunder campuran hutan semak belukar, dengan sesekali melalui jembatan gantung, namun jembatan gantung yang dilalui sudah cukup kokoh, tanjakan-tanjakan pun bisa dikatakan sedikit, dan hanya melawati bukit-bukit kecil, dengan pemandangan hutan sekunder dan sungai amandit.
Sehingga untuk ikut kegiatan Holiday camp umum ini tidak memerlukan criteria khusus dan siapa saja bisa dan mampu untuk ikut dalam kegaiatan ini. Berbeda dengan Holiday camp *.

Holiday Camp *

Rute : Loksado – Malaris – Pemandiang Anggang
Holiday Camp * (Holiday camp khusus) hanya untuk kawan-kawan yang punya nyali cukup, serta kemampuan yang cukup mumpuni, nyali dan kemampuan tersebut dibutuhkan untuk dapat menaklukkan trek yang akan dilalui antinya.
Tidak sedikit trek yang dilalui adalah tebing-tebing, hanya akar-akar pohon yang jadi tumpuan kita nantinya, serta tumbuhan-tumbuhan kecil yang menjadi pegangan untuk dapat memanjat tebing-tebing tersebut, dan tidak sedikit pula kita akan melalui bebatuan sungai yang cukup licin serta arus-arus sungai yang deras akan dilewati untuk dapat sampai ketujuan utama, yaitu air terjun pemandian anggang.
Holiday camp khusus adalah kegiatan yang ditujukan bagi-bagi mahasiswa(i) yang kami anggap mampu untuk ikut dan memang mahasiswa(i) yang benar-benar suka dengan tantangan dan tertarik dengan dunia petualangan, namun yang perlu diingat Holiday camp khusus ini memiliki resiko yang tinggi, serta medan yang dilalui sangat berat dan terjal, tidak sedikit medan yang dilalui namun hasil yang diterima sebanding dengan resiko yang ada, teman-teman akan terpuaskan dengan pemandangan serta tantangan yang ada.

Waktu Kegiatan

Holiday camp ini rencananya akan kami laksanakan pada :
Hari : Jum’at s/d minggu
Tanggal : 19 s/d 21 juni 2009

Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari 2 malam.

Teknis Kegiatan (Bagi yang naik motor sendiri)

Jum’at, 19 Juni 2009
Pada Hari jum’at tanggal 19 juni, pada pukul 13.30 wita atau setelah jum’at-an diharapkan seluruh peserta Holiday camp sudah berkumpul dikampus STMIK Banjarbaru, direncanakan pada pukul 14.00 wita kita semua harus sudah berangkat menuju Kandangan agar nantinya tidak kemalaman dijalan.
Pastilah seluruh peserta tidak dimungkinkan untuk terus bersama-sama sepanjang perjalanan, pastilah nantinya akan terpisah-pisah, untuk itu kami akan menentukan 2 orang anggota Mapala Apache untuk menjadi orang yang paling depan dan orang paling belakang, jadi setiap peserta tidak boleh mendahului orang yang kami tentukan menjadi orang paling depan dan tidak boleh dibelakang dari orang yang paling belakang. Seluruh peserta nantinya harus berkumpul dahulu di kota kandangan sebelum melanjutkan perjalanan ke Loksado.
Seluruh peserta diharuskan bareng-bareng menuju Loksado.
Perjalanan dari Banjarbaru ke Loksado kami perkirakan selama 4 jam, jadi diperkirakan seluruh peserta pada pukul 18.00 sudah sampai di tempat bermalam nantinya. Seluruh peserta akan bermalam di rumah zain (anggota mapala apache)
Pada malam harinya, bagi peserta yang ingin memakai gelang simpai ditangannya, maka akan kami ajak untuk berkunjung ke Pondok Informasi Makrungksa Malaris sekaligus bisa berkenalan dengan kawan-kawan di malaris.
Sabtu, 20 Juni 2009
Keesokan harinya atau hari Sabtu tanggal 20 juni, peserta diharapkan untuk bisa bangun pagi, peserta dapat menikmati segarnya udara pagi alam loksado, dan bisa berjalan-jalan diperkampungan loksado.
Selain itu, pada pagi harinya seluruh peserta sudah harus bersiap-siap, sekitar pukul 7.30 akan peserta melakukan perjalanan menuju ketujuan sesungguhnya. Anggota Mapala Apache akan dibagi menjadi dua tim, 1 tim akan mengajak/memimpin peserta menuju air terjun pemandian anggang (bagi peserta yang memilih Holiday Camp*), dan 1 tim untuk mengajak/memimpin peserta menuju air terjun haratai.
Setelah puas menikmati keindahan alam Air terjun Haratai maupun Air terjun Pemandian anggang, seluruh peserta akan kembali keloksado pada sore harinya, dan kembali bermalam di loksado.
Bagi peserta yang ingin bermalam di selter air tejun haratai, sekaligus ingin merasa extrimnya udara di sekitar air terjun haratai pada malam hari, maka beberapa anggota mapala apache akan menemani peserta tersebut, baru keesokan paginya akan kembali keloksado, bagi peserta yang tidak ingin bermalam di selter tersebut, maka mereka akan kembali keloksado sore harinya, dan kembali bermalam diloksado.
Minggu, 21 Juni 2009
Pada hari minggu tanggal 21 juni, peserta dipersilahkan untuk berexplorasi kemana saja di kawasan loksado, atau apabila peserta ingin kesuatu tempat dikawasan loksado atau malaris maka anggota mapala Apache akan menemani peserta apabila peserta memintanya.
Pada pukul 12.00 wita seluruh peserta akan melakukan perjalanan pulang ke Banjarbaru, namun sebelumnya peserta akan singgah dahulu di Pemadian Air Panas di Muara Tanuhi, atau sekitar 30 menit perjalanan dari Loksado, setelah puas di pemandian air panas, maka perjalanan pulang akan dilanjutkan.

Biaya kegiatan

Bagi yang membawa motor sendiri atau membonceng dengan peserta lainnya, maka mereka hanya dikenakan sumbangan sekitar Rp. 25.000,- sumbangan tersebut akan kami pergunakan untuk membeli keperlukan konsumsi dan keperluan lainnya yang mungkin akan kami perlukan nantinya.
Bagi peserta yang ingin menggunakan anggukatan umum, maka mereka akan dikenakan biaya sekitar Rp. 125.000,- biaya tersebut akan digunakan untuk membayar ongkos taksi dari banjarbaru s/d loksado PP.

Konsumsi

Nah untuk urusan konsumsi, kami berharap peserta tidak berharap banyak dan tidak berharap makan enak seperti peserta sedang berada dirumah, untuk konsumsi mungkin kami akan menerapkan standar konsumsi lapangan ataupun standar kunsumsi masyarakat miskin, paling banter nasi+mie, ataupun nasi+sarden.
Tapi peserta dipersilahkan untuk membawa makanan ataupun cemilan mereka sendiri-sendiri untuk mereka sendiri, dan peserta tidak usah khawatir, karena diloksado banyak terdapat warung-warung yang menjual berbagai macam makanan apabila mereka tidak bisa makan makanan standar lapangan.

Kontak kami

Ahmad Pahdi (08195479871), Charles (081348515552), Dillah (05117134583), zain (085751275407), Nawawi (085248711701), Kifli (085952407445)

Holiday Camp 2009


Holiday camp adalah kegiatan yang kami adakan dan kami tujukan untuk Mahasiswa(i) STMIK Banjarbaru, dengan tidak menutup kemungkinan kami mengikutsertakan kawa-kawan yang bukan berasal dari lingkungan kampus STMIK Banjarbaru, Holiday kali ini mengambil lokasi kedaerah Loksado, Hulu Sungai Selatan, kegiatan ini kami laksanakan pada tanggal 19 s/d 21 juni 2009.

Selain itu, tujukan kami mengadakan kegiatan Holiday Camp kali adalah untuk lebih mengakrabkan mapala Apache dengan kawan-kawan lainnya dilingkungan kampus STMIK Banjarbaru, sekaligus memperkenalkan keindahan alam yang dimiliki Kalimantan selatan kepada kawan-kawan mahasiswa yang awam dengan dunia pegunungan, mudah-mudahan dengan kegiatan ini kawan-kawan mahasiswa(i) STMIK Banjarbaru dapat lebih peka dengan kelestarian alam, dan kelestarian Pegunungan Meratus yang semakin hari semakin memprihatinkan.

Kami harapkan dari kegiatan ini, kawan-kawan akan sedikit lebih memahami dengan apa yang biasa disebut dengan global warming, kawan-kawan pasti akan dapat membandingkan perbedaan antara kotornya udara dunia perkotaan dengan segarnya udara dunia pegunungan. Dan mudaham saja kalian dapat menjawab pertanyaan kami “Sampai kapan udara segar tersebut dapat terjaga???”

Jangan tambah lagi kerusakan di Meratus-ku…!!!

Pemandian Anggang - Loksado


Setelah beberapa jam berjalan, akhirnya sampai juga ke Pemandian anggang, perjalanan yang sangat menantang sekaligus mengasikkan, dan setelah melewati 3 air terjun dan beberapa riam kecil, akhirnya kami disuguhi sebuah pemandangan yang sangat menyejukkan, "Pemandian anggang" walaupun itu bukan tujuan akhir kami, namun perjalanan kami kami sudahi di air terjun tiga tingkat yang berada diatas air terjun pemandian anggang, mungkin setelah final test dikampus nanti, perjalanan akan kami lanjutkan kembali, sampai ke sumbur air terjun tersebut berada...

selain itu, setelah final nanti kita akan mencoba haiking ke Puncak Magaringsai, disana kami moncoba untuk merasakan sensasi cuaca dingin disiang hari, serta menikmati pemandangan puncak magaringsai...

buat semua teman-teman Apache, selamat berjuang di petarungan Final Test nanti...!!!

Bebarapa Kawasan Meratus-Ku Hancur...!!!


Hijau-ku menjadi menjadi debu, bening air-ku menjadi coklat keruh hijau berlumut...

Disatu sisi pegunungan meratus aku masih bisa merasakan sejuknya udara, dan dinginnya cuaca, namun disisi lain aku merasakan panas menyengat, kering krontang, bahkan kuman saja malas hidup disana...

Seandainya saja "dia" yang mengeruk perut Meratus-ku tinggal dan hidup di lubang bekas galian mereka, mungkin mereka akan tau rasanya apa yang telah mereka perbuat dengan Hutan-ku...

Memang aku mendapat bagian dari hasil galian mereka, ya!!! aku memang mendapat bagian, bagian yang mereka berikan kepada-ku adalah "air yang melimpah", "Sinar matahari yang sangat terang" dan "Salju coklat-hitam-merah tua", atau yang biasa orang sebuat dengan "Kabanjiran", "Pemanasan Global" dan "Debu pengangkut emas hitam"...

Daerah-ku memang mendapat royalti, tapi aku tidak tahu apakah aku dan saudara-saudara-ku telah menikmati hasil kekayaan alam meratus-ku, sering aku berandai-andai kalau saja kekayaan alam meratus-ku yang telah "dia" keruk hanya untuk-ku saja, maka aku dan seratus turunanku dapat hidup tanpa bekerja kesana-kemari...

Menurut orang-orang, satu tahun saja sebagian meratus-ku dikeruk, maka akan dapat menghidupi seluruh daerahku selama 316 hari...

Saatnya Mendengarkan Janji-janji Lagi ?


Tanggal 9 April 2009, Indonesia akan menggelar kembali dengan apa yang dinamakan pesta demokrasi, pesta yang selalu dijadikan arena mengubar janji, pesta yang menjadikan menjamurnya orang-orang yang merasa sok bersih, sok penyelamat, sok paling baik, sok baik hati, sok merasa paling hebat, dan sok-sokan lainnya, masyarakat kecil seakan-akan dijanjikan surga, namun selesai pesta meraka ditendang, mereka dilupakan, dan akhir-akhirnya mereka jualah yang terlindas oleh kekuasan yang sangat mementingkan kelompok, kelompok dengan kedok Demokrasi.

Kalau boleh berandai, Presiden Indonesia nantinya adalah seorang anggota pecinta alam ataupun anggota LSM-LSM peduli lingkungan. Atau paling tidak Gubernur kita nantinya adalah seorang pecinta lingkungan. Apakah sekarang kesempatan kita untuk mencari manusia-manusia yang benar-benar peduli dengan kelestarian alam, akan lebih baik kalau seandainya orang-orang yang akan duduk di legislatif dan yudikatif nantinya adalah orang-orang yang peduli akan alam. Sudah terlalu lama Alam kita dijarah, sudah terlalu sering Alam kita dihancurkan, dimanfaatkan setelah itu ditinggalkan, lagi-lagi atas nama kesejahteraan rakyat mereka mengeruk sepuas-puasnya kekayaan bumi Indonesia tanpa menghiraukan kerusakan lingkungan itu yang ditimbulkan dari keserakahan mereka tersebut.

Politisi tetaplah politisi, politik tetaplah politik, jago mengubar janji dan jago berkoar, atas nama rakyat mereka berteriak namun akhirnya kelompok mereka sendirilah yang mereka pentingkan. Sekarang dimana posisi kita sebagai anggota Pecinta Alam, apakah lebih baik kita menutup mata saja ataukah kita harus berdiri mendengarkan janji-janji kosong mereka. Sekarang yang perlu dipertanyakan “Adakah tokoh-tokoh pemerhati lingkungan yang dicalonkan untuk menjadi anggota legislatif”.


Pecinta alam mempunyai Basis yang sangat luas, inikah saatnya kita mendengarkan janji-janji mereka lagi, akankah diantara janji mereka yang akan menyelamatkan alam kita, Save Our Meratus.....